KEGIATAN BK 100

KEGIATAN BK 100 Tahun 2025

BK Universitas Bengkulu Selenggarakan Kegiatan BK 100 Apresiasi Prestasi Mahasiswa

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Bengkulu (UNIB) telah melaksanakan kegiatan BK 100 pada Jumat, 5 Desember 2025, yang diikuti oleh mahasiswa semester 1 hingga semester 7. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya BK UNIB dalam memberikan apresiasi terhadap capaian akademik mahasiswa sekaligus memotivasi peningkatan prestasi dan pengembangan potensi diri.

Kegiatan BK 100 menjadi ajang evaluasi dan penghargaan bagi mahasiswa yang menunjukkan konsistensi, kedisiplinan, serta komitmen tinggi dalam proses akademik. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan, ditetapkan empat mahasiswa dengan peringkat terbaik dari seluruh peserta.

Pada kegiatan tersebut, Rangking I diraih oleh Rena dari semester 5, yang berhasil menunjukkan capaian akademik paling unggul. Selanjutnya, Rangking II diraih oleh Andika, Rangking III oleh Salwa, dan Rangking IV oleh Ajai Azriel. Prestasi yang diraih oleh para mahasiswa tersebut menjadi bukti nyata dari kerja keras serta kesungguhan dalam menempuh pendidikan di Program Studi Bimbingan dan Konseling UNIB.

Melalui kegiatan BK 100 ini, Program Studi BK UNIB berharap dapat menumbuhkan budaya prestasi, semangat kompetisi yang sehat, serta motivasi belajar yang berkelanjutan bagi seluruh mahasiswa semester 1 sampai 7. Kegiatan ini juga menegaskan peran Bimbingan dan Konseling UNIB dalam mendukung keberhasilan studi dan pembentukan karakter mahasiswa yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.

Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Masyarakat di SMAN 2 Kota Bengkulu " Pendampingan Minat, Bakat, dan Kepribadian dalam merencanakan Karier Siswa

Kota Bengkulu – Dalam rangka mendukung kesiapan karier peserta didik, SMAN 2 Kota Bengkulu (SMANDA) menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Pendampingan Minat, Bakat, dan Kepribadian dalam Merencanakan Karier Siswa yang dilaksanakan pada Rabu, 3 Desember 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Ibu Dr. Rita Sinthia, S.Psi., M.Psi., Ibu Dra. Anni Suprapti., M.Si., Ibu Dr. Yessy Elita., M.Psi., serta Bapak Arsyadani, M.Pd.I, dengan dukungan mahasiswa Lorenza, Erin, dan Clara. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan melibatkan siswa SMAN 2 Kota Bengkulu sebagai peserta utama.

Pendampingan ini bertujuan untuk membantu siswa mengenali minat, bakat, dan kepribadian diri sebagai dasar penting dalam perencanaan karier dan pemilihan studi lanjut. Melalui pendekatan bimbingan konseling, siswa diberikan pemahaman bahwa perencanaan karier tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh kesesuaian potensi diri dan karakter kepribadian.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan materi secara interaktif, diskusi kelompok, serta kegiatan reflektif yang mendorong siswa untuk lebih mengenal potensi diri. Siswa juga diajak untuk mengaitkan minat dan bakat yang dimiliki dengan berbagai pilihan karier dan jenjang pendidikan di masa depan.

Ibu Dr. Rita Sinthia, S.Psi., M.Psi. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengenalan diri sejak dini sangat penting agar siswa memiliki arah dan motivasi yang jelas dalam merencanakan masa depan. Senada dengan hal tersebut, Ibu Dr. Yessy Elita, M.Psi. menekankan bahwa pemahaman kepribadian dapat membantu siswa mengambil keputusan karier yang realistis dan sesuai dengan potensi diri.

Sementara itu, Bapak Arsyadani, M.Pd.I menambahkan bahwa pendampingan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa serta mengurangi kebingungan dalam menentukan pilihan karier. Dukungan mahasiswa yang terlibat juga memberikan suasana pendampingan yang lebih dekat dan komunikatif dengan siswa.

Pihak SMAN 2 Kota Bengkulu menyambut baik kegiatan pengabdian ini dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi masa depan, khususnya dalam menentukan arah pendidikan dan karier yang sesuai dengan minat, bakat, dan kepribadian masing-masing.

 

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pengembangan potensi siswa secara optimal dan berkelanjutan.

Pengabdian Masyarakat SDN 03 Kota Bengkulu

Pengabdian Masyarakat SDN 03 Kota Bengkulu " Psikoedukasi Pencegahan Bullying dan Cyberbullying "

Kota Bengkulu – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak, telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Psikoedukasi Pencegahan Bullying dan Cyberbullying di SD Negeri 03 Kota Bengkulu pada Kamis, 27 November 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri dari Berru Amalianita, M.Pd., Kons., Robbi Asri, M.Pd., serta Swiejti Maghfira Regita, M.Pd. Kegiatan diikuti oleh siswa-siswi SD Negeri 03 Kota Bengkulu dengan antusiasme tinggi serta didukung oleh pihak sekolah.

Psikoedukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian bullying dan cyberbullying, bentuk-bentuknya, serta dampak negatif yang ditimbulkan baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan tentang cara mencegah, menghadapi, dan melaporkan tindakan bullying maupun cyberbullying secara tepat.

Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan melalui metode yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar, seperti cerita edukatif, diskusi sederhana, tanya jawab, dan simulasi perilaku. Pendekatan ini bertujuan agar siswa lebih mudah memahami materi dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di dunia digital.

Berru Amalianita, M.Pd., Kons. menyampaikan bahwa psikoedukasi sejak usia dini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang perilaku saling menghargai dan empati terhadap sesama. Sementara itu, Robbi Asri, M.Pd. menekankan pentingnya peran siswa sebagai upstander, yaitu berani menolak dan melaporkan tindakan bullying yang terjadi di sekitarnya.

Senada dengan hal tersebut, Swiejti Maghfira Regita, M.Pd. menjelaskan bahwa cyberbullying merupakan tantangan baru di era digital yang perlu dipahami anak sejak dini agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Pihak SD Negeri 03 Kota Bengkulu menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan berharap psikoedukasi pencegahan bullying dan cyberbullying dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan iklim sekolah yang aman.

 

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan siswa SD Negeri 03 Kota Bengkulu mampu mengenali, mencegah, serta bersikap tegas terhadap segala bentuk bullying dan cyberbullying, sehingga tercipta lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.

Sosialisasi Platform Konseling Online (SIKONA)

Sosialisasi Platform Konseling Online (SIKONA)

Bengkulu, 19 November 2025 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan Sosialisasi Platform Konseling Online Terintegrasi (SIKONA) pada Rabu, 19 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Senat Dekanat FKIP UNIB mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB.

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Rio Kurniawan, S.Pd., M.Pd, selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pengembangan platform SIKONA merupakan langkah strategis FKIP dalam meningkatkan layanan konseling berbasis teknologi yang mudah diakses oleh mahasiswa, dosen, maupun sivitas akademika. Beliau juga menekankan bahwa inovasi digital seperti SIKONA sangat penting dalam menjawab kebutuhan layanan psikopedagogis di era transformasi digital.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Budi Utomo, S.Pd., M.Pd, Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian (FP), Alumni dan Kerja Sama. Kehadiran beliau memperkuat kolaborasi lintas fakultas dalam pengembangan layanan dan integrasi sistem akademik berbasis teknologi di lingkungan Universitas Bengkulu.

Selain itu, hadir pula Dr. Yudi Setiawan, M.T, dan juga Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), beserta seluruh Dosen Homebase BK. Keterlibatan para dosen ini menunjukkan dukungan penuh Prodi BK terhadap implementasi SIKONA sebagai media layanan konseling modern yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan mahasiswa.

Kegiatan ini juga melibatkan 15 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling serta Laboran Prodi BK, yang ikut berpartisipasi dalam sesi diskusi dan pengenalan fitur-fitur platform. Para mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai fungsi SIKONA sebagai sarana asesmen online, layanan konseling tatap maya, monitoring perkembangan konseli, serta integrasinya dengan sistem data akademik fakultas.

Melalui sosialisasi ini, seluruh peserta mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai tujuan, manfaat, serta mekanisme penggunaan platform SIKONA. Diharapkan, platform ini dapat menjadi inovasi unggulan FKIP Universitas Bengkulu dalam memberikan layanan konseling yang mudah, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Kegiatan berlangsung lancar dan ditutup dengan sesi tanya jawab serta diskusi terkait implementasi teknis SIKONA di lingkungan Prodi BK dan FKIP secara lebih luas.

 

Kuliah Umum

Kuliah Umum : Transformasi Layanan Konseling di Era Digital 

Sebagai upaya meningkatkan wawasan akademik dan profesional di bidang bimbingan dan konseling, telah diselenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Transformasi Layanan Konseling di Era Digital” pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Mulawarman, S.Pd., M.Pd., Ph.D. sebagai narasumber utama, yang dikenal sebagai akademisi dan pakar konseling dengan kompetensi di bidang pengembangan layanan konseling modern.

Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta praktisi bimbingan dan konseling. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme, ditandai dengan partisipasi aktif peserta dalam sesi pemaparan materi dan diskusi yang interaktif.

Dalam penyampaian materinya, Bapak Mulawarman menjelaskan bahwa transformasi layanan konseling di era digital merupakan sebuah keniscayaan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan perubahan karakteristik generasi digital. Layanan konseling tidak lagi terbatas pada pendekatan konvensional, tetapi perlu memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan profesional, seperti penggunaan platform daring, media komunikasi digital, serta pengelolaan data konseling berbasis teknologi.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya kesiapan konselor dalam menghadapi tantangan etika, keamanan data, serta kompetensi digital agar layanan konseling tetap berorientasi pada prinsip profesionalisme dan kesejahteraan konseli. Transformasi layanan konseling di era digital juga harus tetap mengedepankan nilai-nilai humanistik, empati, dan kepekaan terhadap konteks sosial budaya.

 

Kegiatan kuliah umum ini menjadi wadah refleksi dan penguatan kompetensi bagi calon konselor dan praktisi pendidikan dalam merespons dinamika permasalahan psikologis di era digital. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta mampu mengembangkan layanan konseling yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat modern.

SEMINAR NASIONAL

SEMINAR NASIONAL KONSELING POSTMODERN SEBAGAI RESPON TANTANGAN PSIKOLOGI DI ERRA DIGITAL

Dalam rangka meningkatkan pemahaman akademik dan profesional di bidang bimbingan dan konseling, telah diselenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Konseling Postmodern sebagai Respons terhadap Kompleksitas Isu Psikologi di Era Digital” pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Mulawarman, S.Pd., M.Pd., Ph.D. sebagai narasumber utama yang dikenal sebagai akademisi dan pakar konseling di tingkat nasional.

Seminar nasional ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, guru bimbingan dan konseling, serta praktisi pendidikan dari berbagai daerah. Kegiatan berlangsung secara akademis dan interaktif, dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pemaparan materi dan diskusi.

Dalam pemaparannya, Bapak Mulawarman menjelaskan bahwa konseling postmodern hadir sebagai pendekatan yang relevan dalam menjawab kompleksitas permasalahan psikologis individu di era digital, seperti krisis identitas, kecemasan sosial, tekanan media digital, serta perubahan pola relasi interpersonal. Pendekatan ini menempatkan konseli sebagai subjek aktif yang memiliki narasi kehidupan unik, sehingga proses konseling tidak lagi berfokus pada “masalah”, melainkan pada kekuatan, makna, dan konstruksi pengalaman individu.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, konselor dituntut untuk memiliki kepekaan terhadap konteks sosial, budaya, dan teknologi yang memengaruhi kehidupan konseli. Konseling postmodern dinilai mampu memberikan ruang dialog yang lebih humanis, fleksibel, dan kolaboratif antara konselor dan konseli.

Seminar ini juga membuka ruang diskusi yang konstruktif, di mana para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan dan pandangan terkait implementasi konseling postmodern dalam setting pendidikan dan layanan psikologis di Indonesia. Diskusi berlangsung dinamis dan memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya inovasi pendekatan konseling di era digital.

 

Melalui kegiatan seminar nasional ini, diharapkan peserta mampu meningkatkan kompetensi profesional serta memperluas perspektif dalam menerapkan layanan konseling yang adaptif, kontekstual, dan relevan dengan tantangan psikologi masyarakat modern. Seminar ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling di Indonesia.

Kuliah Umum konselor tangguh

KULIAH UMUM“ Membangun konselor yang tangguh: penguatan

kompetensi pribadi sebagai pilar utama “

Bengkulu, 3 Juni 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu kembali menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk kuliah umum bertajuk “Menjadi Konselor yang Tangguh untuk Penguatan Kompetensi Pribadi sebagai Pilar Utama.” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan soft skills mahasiswa calon konselor agar mampu menghadapi tantangan profesi di era modern.

Acara yang berlangsung di Aula Dekanat Lama FKIP ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan para praktisi pendidikan. Kuliah umum ini menghadirkan narasumber istimewa, yakni  Endang Rifani, M.Pd, seorang akademisi sekaligus praktisi konseling yang telah banyak berkontribusi dalam pengembangan profesi konselor di Indonesia.

Dalam penyampaian materinya, narasumber menekankan pentingnya kompetensi pribadi sebagai dasar dari profesionalitas seorang konselor. Menjadi konselor bukan hanya tentang penguasaan teori dan teknik, melainkan juga tentang ketangguhan mental, kematangan emosi, dan kesadaran diri yang tinggi.

“Konselor yang tangguh adalah mereka yang mampu memahami dan mengelola dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain,” ungkap Endang Rifani, M.Pd.

Mahasiswa sangat antusias mengikuti sesi ini, yang tidak hanya memberikan teori tetapi juga menghadirkan studi kasus dan simulasi sederhana sebagai bentuk refleksi diri. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi yang aktif, di mana peserta diajak untuk menggali potensi dan tantangan diri dalam peran sebagai calon konselor.

Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling, Dr. Rita Sinthia,S.Psi., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum ini adalah bagian dari program penguatan kompetensi lulusan, khususnya dalam aspek kepribadian dan etika profesi. Harapannya, mahasiswa mampu membangun pondasi diri yang kuat sebagai bekal dalam menjalani tugas sebagai pendamping psikologis yang profesional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh mahasiswa semakin menyadari pentingnya pembentukan karakter dan ketangguhan pribadi, sehingga dapat menjadi konselor yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga bijak dalam bertindak dan berempati.


Kemah Bakti BK 2025

Kemah Bakti Bimbingan dan Konseling: Mengasah Kepekaan Sosial dan Meningkatkan Kompetensi BK Melalui Semangat Solidaritas

Bengkulu, 1 Juni 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Bakti Bimbingan dan Konseling dengan tema “Mengasah Kepekaan Sosial dan Meningkatkan Kompetensi BK Melalui Semangat Solidaritas.” Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 30 Mei–1 Juni 2025, dan diikuti oleh sebanyak 80 mahasiswa/i dari berbagai angkatan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Adif Jawadi Saputra, M.Pd., Kons. selaku pembina, bersama dengan Agus Purwanto sebagai Ketua Umum kegiatan. Keduanya berperan aktif dalam mendampingi serta mengarahkan jalannya kegiatan agar berjalan lancar dan memberi makna mendalam bagi seluruh peserta.

Kemah Bakti menjadi wadah strategis dalam menanamkan nilai-nilai solidaritas, kepedulian sosial, serta keterampilan interpersonal yang sangat dibutuhkan dalam profesi konseling. Berbagai rangkaian kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan, bakti sosial, simulasi konseling lapangan, games edukatif, serta malam keakraban digelar dengan penuh semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Adif Jawadi Saputra, M.Pd., Kons. menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang rekreasi, melainkan bentuk nyata dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa, terutama dalam aspek kepribadian dan sosial.

“Konselor yang baik adalah mereka yang peka terhadap lingkungan sosialnya, memiliki semangat kebersamaan, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tegas beliau.

Sementara itu, Agus Purwanto, Ketua Umum kegiatan, mengapresiasi antusiasme seluruh peserta dan kerja sama panitia yang telah berupaya menyukseskan seluruh rangkaian acara.

Kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman lapangan yang nyata bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan pembentukan jati diri sebagai calon konselor yang tangguh dan berintegritas. Masyarakat sekitar juga turut merasakan dampak positif dari kegiatan ini melalui kegiatan bakti sosial dan interaksi edukatif bersama mahasiswa.

Dengan semangat solidaritas dan pengabdian, Kemah Bakti BK tahun ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam membentuk generasi konselor yang peduli, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman.

 

 

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus: Wujud Komitmen Menciptakan Lingkungan Akademik yang Aman dan Nyaman

Bengkulu, 24 Mei 2025 — Dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Mona Ardina, S.Psi., M.Si, selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Bengkulu. Dalam paparannya, Dr. Mona menyampaikan berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi, termasuk kekerasan verbal, fisik, psikologis, hingga kekerasan berbasis gender dan seksual.

“Kekerasan di lingkungan kampus sering kali tidak terdeteksi karena korban merasa takut, malu, atau tidak tahu harus melapor ke mana. Sosialisasi ini menjadi langkah awal membangun keberanian dan kesadaran bersama untuk bertindak,” tegas Dr. Mona dalam sesi penyuluhannya.

Acara ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai angkatan dan program studi, yang tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi interaktif. Peserta diberikan informasi mengenai prosedur pelaporan kekerasan, peran Satgas PPKS, serta mekanisme perlindungan terhadap korban.

Kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi tentang pentingnya budaya saling menghormati, kesetaraan gender, dan komunikasi yang sehat di lingkungan akademik. Sosialisasi ini menegaskan komitmen kampus dalam menerapkan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa Bimbingan dan Konseling, dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkeadilan bagi semua pihak.

Kuliah Umum Praktik Lapangan BK Luar Sekolah: Membangun Wawasan Lapangan melalui Perspektif Praktisi bersama BPDB

Kuliah Umum Praktik Lapangan BK Luar Sekolah: Membangun Wawasan Lapangan melalui Perspektif Praktisi bersama BPDD

Bengkulu, 7 Mei 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu kembali melaksanakan kegiatan akademik dalam bentuk kuliah umum untuk memperkaya wawasan mahasiswa dalam mata kuliah Praktik Lapangan Bimbingan dan Konseling Luar Sekolah. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 7 Mei 2025, dan diikuti oleh 100 mahasiswa/i dari berbagai angkatan.

Kuliah umum ini menghadirkan dua praktisi profesional, yaitu Lander Rana Jaya, S.Ip., M.Si dan Ir. Agus Suhendra Wijaya, S.T., yang memberikan perspektif nyata dari dunia kerja di luar lingkungan pendidikan formal. Keduanya membagikan pengalaman, tantangan, serta peluang karier di bidang pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang erat kaitannya dengan peran konselor di luar institusi sekolah.

Dalam pemaparannya, Lander Rana Jaya menekankan pentingnya kepekaan sosial, kemampuan adaptasi, serta keterampilan komunikasi dalam menjalankan praktik konseling di luar sekolah. Ia juga menyoroti peran strategis lulusan BK dalam berbagai lembaga sosial, komunitas, dan instansi pemerintah.

Sementara itu, Ir. Agus Suhendra Wijaya memberikan gambaran bagaimana pendekatan bimbingan dan konseling dapat diterapkan secara lintas sektor, seperti dalam dunia industri, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, konselor masa depan perlu memiliki fleksibilitas peran dan keberanian untuk terlibat langsung dalam dinamika sosial yang kompleks.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa bahwa layanan bimbingan dan konseling tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki ruang kontribusi yang luas di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Mahasiswa sangat antusias mengikuti sesi ini, yang tidak hanya memperkaya teori tetapi juga menghubungkannya langsung dengan praktik lapangan dan tantangan riil dunia kerja. Sesi diskusi interaktif juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam peran strategis konselor di luar konteks pendidikan formal.

 

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa memiliki bekal wawasan praktis dan kesiapan mental yang lebih kuat untuk menjalani praktik lapangan serta menapaki dunia profesional sebagai konselor yang adaptif dan visioner.