

Bengkulu – Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FKIP Universitas Bengkulu kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program bertajuk “Pelatihan Kerajinan Kawat Bulu sebagai Upaya Pemberdayaan Psikologis dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei dan diikuti oleh masyarakat setempat yang terdiri dari remaja, serta anggota kelompok masyarakat yang memiliki minat dalam pengembangan keterampilan kreatif.
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat produk kerajinan berbahan kawat bulu (pipe cleaner), sekaligus memberikan pengalaman positif yang dapat mendukung pemberdayaan psikologis peserta. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha berbasis ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian Dr. Yessy Elita, MA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pengembangan keterampilan yang mudah dipelajari, bernilai ekonomis, dan dapat dilakukan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.
Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi ekonomi kreatif, manfaat kegiatan kreatif terhadap kesejahteraan psikologis, serta peluang pemasaran produk kerajinan di era digital. Selanjutnya, peserta memperoleh demonstrasi langsung mengenai teknik pembuatan berbagai produk kerajinan kawat bulu seperti bunga hias, buket mini, gantungan kunci, dan aneka dekorasi kreatif lainnya.
Pada sesi praktik, peserta secara aktif membuat produk kerajinan dengan didampingi oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung. Berbagai hasil karya kreatif berhasil dihasilkan peserta dengan bentuk dan desain yang beragam.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memberikan manfaat psikologis bagi peserta. Melalui aktivitas kreatif yang dilakukan secara bersama-sama, peserta memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat interaksi sosial antaranggota masyarakat.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, sebagian besar peserta menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang bermanfaat serta berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan. Peserta juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan materi yang lebih beragam, termasuk pelatihan pemasaran digital dan pengembangan usaha kreatif.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan ekonomi, tetapi juga penguatan aspek psikologis dan sosial masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian, dan peluang usaha baru di lingkungan masyarakat.
