Profil, Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Prodi Bimbingan dan Konseling

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Bengkulu merupakan salah satu program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Prodi BK berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang profesional, humanis, dan adaptif dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik di berbagai jenjang pendidikan maupun masyarakat umum. Sejak berdirinya, dengan izin operasional nomor 61/D/O/2010, tanggal 2 Juni 2010 prodi BK terus berkembang dengan memperkuat aspek akademik, praktikum, dan kemitraan. Kurikulum yang diterapkan berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan disusun secara sistematis untuk menjawab tantangan zaman, khususnya dalam menghadapi dinamika perkembangan peserta didik, teknologi, dan isu-isu sosial emosional.

Visi Program Studi Bimbingan dan Konseling

Menyelenggarakan pendidikan bidang bimbingan dan konseling yang unggul, berbudaya, dan berdaya saing internasional pada tahun 2045

Misi Program Studi Bimbingan dan Konseling

  1. Misi Pendidikan, yakni menyelenggarakan program pendidikan dalam menghasilkan guru bimbingan dan konseling yang unggul berkarakter pancasila, berdaya saing internasional
  2. Misi penelitian, yakni implementasi layanan bimbingan dan konseling di wilayah pesisir , hutan hujan tropis untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling
  3. Misi pengabdian, yakni menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat bidang pendidikan, bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan lokal dan nasional
  4. Misi kemitraan, yakni meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan instansi lokal, nasional dan internasional

Tujuan Program Studi Bimbingan dan Konseling

  1. Terlaksananya penyelanggaraan program pendidikan untuk menghasilkan calon guru bimbingan dan konseling yang unggul, berkarakter pancasila dan berdaya saing internasional
  2. Terselenggaranya kegiatan penelitian implementasi layanan bimbingan dan konseling di wilayah pesisir, hutan hujan tropis untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling
  3. Terselenggaranya pengabdian kepada masyarakat bidang pendidikan,  bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan lokal dan nasional
  4. Meningkatnya kerjasama dengan berbagai pihak terkait tri dharma perguruan tinggi dengan instansi lokal, nasional dan internasional.

Strategi Program Studi Bimbingan dan Konseling

  1. Meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mendesain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan stakeholder, mengintegrasikan metode pembelajaran inovatif, penggunaan teknologi, pemanfaatan sumber daya lokal serta meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dalam merancang, mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif dan berorientasi pada hasil;
  2. Memberikan pembinaan karir dan pelatihan tambahan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam bidang bimbingan dan konseling
  3. Memfasilitasi kesempatan magang dan kerja sama dengan industri serta lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk memperluas pengalaman praktis mahasiswa.
  4. Melaksanakan kolaborasi strategis dengan stakeholder untuk meningkatkan akses lulusan agar memiliki peluang kerja dan pengembangan kompetensi.

Kuliah Umum konselor tangguh

KULIAH UMUM“ Membangun konselor yang tangguh: penguatan

kompetensi pribadi sebagai pilar utama “

Bengkulu, 3 Juni 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu kembali menyelenggarakan kegiatan akademik dalam bentuk kuliah umum bertajuk “Menjadi Konselor yang Tangguh untuk Penguatan Kompetensi Pribadi sebagai Pilar Utama.” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan soft skills mahasiswa calon konselor agar mampu menghadapi tantangan profesi di era modern.

Acara yang berlangsung di Aula Dekanat Lama FKIP ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan para praktisi pendidikan. Kuliah umum ini menghadirkan narasumber istimewa, yakni  Endang Rifani, M.Pd, seorang akademisi sekaligus praktisi konseling yang telah banyak berkontribusi dalam pengembangan profesi konselor di Indonesia.

Dalam penyampaian materinya, narasumber menekankan pentingnya kompetensi pribadi sebagai dasar dari profesionalitas seorang konselor. Menjadi konselor bukan hanya tentang penguasaan teori dan teknik, melainkan juga tentang ketangguhan mental, kematangan emosi, dan kesadaran diri yang tinggi.

“Konselor yang tangguh adalah mereka yang mampu memahami dan mengelola dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain,” ungkap Endang Rifani, M.Pd.

Mahasiswa sangat antusias mengikuti sesi ini, yang tidak hanya memberikan teori tetapi juga menghadirkan studi kasus dan simulasi sederhana sebagai bentuk refleksi diri. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi yang aktif, di mana peserta diajak untuk menggali potensi dan tantangan diri dalam peran sebagai calon konselor.

Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling, Dr. Rita Sinthia,S.Psi., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum ini adalah bagian dari program penguatan kompetensi lulusan, khususnya dalam aspek kepribadian dan etika profesi. Harapannya, mahasiswa mampu membangun pondasi diri yang kuat sebagai bekal dalam menjalani tugas sebagai pendamping psikologis yang profesional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh mahasiswa semakin menyadari pentingnya pembentukan karakter dan ketangguhan pribadi, sehingga dapat menjadi konselor yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga bijak dalam bertindak dan berempati.


Kemah Bakti BK 2025

Kemah Bakti Bimbingan dan Konseling: Mengasah Kepekaan Sosial dan Meningkatkan Kompetensi BK Melalui Semangat Solidaritas

Bengkulu, 1 Juni 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Bakti Bimbingan dan Konseling dengan tema “Mengasah Kepekaan Sosial dan Meningkatkan Kompetensi BK Melalui Semangat Solidaritas.” Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 30 Mei–1 Juni 2025, dan diikuti oleh sebanyak 80 mahasiswa/i dari berbagai angkatan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Adif Jawadi Saputra, M.Pd., Kons. selaku pembina, bersama dengan Agus Purwanto sebagai Ketua Umum kegiatan. Keduanya berperan aktif dalam mendampingi serta mengarahkan jalannya kegiatan agar berjalan lancar dan memberi makna mendalam bagi seluruh peserta.

Kemah Bakti menjadi wadah strategis dalam menanamkan nilai-nilai solidaritas, kepedulian sosial, serta keterampilan interpersonal yang sangat dibutuhkan dalam profesi konseling. Berbagai rangkaian kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan, bakti sosial, simulasi konseling lapangan, games edukatif, serta malam keakraban digelar dengan penuh semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Adif Jawadi Saputra, M.Pd., Kons. menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang rekreasi, melainkan bentuk nyata dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa, terutama dalam aspek kepribadian dan sosial.

“Konselor yang baik adalah mereka yang peka terhadap lingkungan sosialnya, memiliki semangat kebersamaan, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tegas beliau.

Sementara itu, Agus Purwanto, Ketua Umum kegiatan, mengapresiasi antusiasme seluruh peserta dan kerja sama panitia yang telah berupaya menyukseskan seluruh rangkaian acara.

Kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman lapangan yang nyata bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan pembentukan jati diri sebagai calon konselor yang tangguh dan berintegritas. Masyarakat sekitar juga turut merasakan dampak positif dari kegiatan ini melalui kegiatan bakti sosial dan interaksi edukatif bersama mahasiswa.

Dengan semangat solidaritas dan pengabdian, Kemah Bakti BK tahun ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam membentuk generasi konselor yang peduli, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman.

 

 

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus: Wujud Komitmen Menciptakan Lingkungan Akademik yang Aman dan Nyaman

Bengkulu, 24 Mei 2025 — Dalam upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Mona Ardina, S.Psi., M.Si, selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Bengkulu. Dalam paparannya, Dr. Mona menyampaikan berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi, termasuk kekerasan verbal, fisik, psikologis, hingga kekerasan berbasis gender dan seksual.

“Kekerasan di lingkungan kampus sering kali tidak terdeteksi karena korban merasa takut, malu, atau tidak tahu harus melapor ke mana. Sosialisasi ini menjadi langkah awal membangun keberanian dan kesadaran bersama untuk bertindak,” tegas Dr. Mona dalam sesi penyuluhannya.

Acara ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai angkatan dan program studi, yang tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi interaktif. Peserta diberikan informasi mengenai prosedur pelaporan kekerasan, peran Satgas PPKS, serta mekanisme perlindungan terhadap korban.

Kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi tentang pentingnya budaya saling menghormati, kesetaraan gender, dan komunikasi yang sehat di lingkungan akademik. Sosialisasi ini menegaskan komitmen kampus dalam menerapkan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa Bimbingan dan Konseling, dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkeadilan bagi semua pihak.

Kuliah Umum Praktik Lapangan BK Luar Sekolah: Membangun Wawasan Lapangan melalui Perspektif Praktisi bersama BPDB

Kuliah Umum Praktik Lapangan BK Luar Sekolah: Membangun Wawasan Lapangan melalui Perspektif Praktisi bersama BPDD

Bengkulu, 7 Mei 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu kembali melaksanakan kegiatan akademik dalam bentuk kuliah umum untuk memperkaya wawasan mahasiswa dalam mata kuliah Praktik Lapangan Bimbingan dan Konseling Luar Sekolah. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 7 Mei 2025, dan diikuti oleh 100 mahasiswa/i dari berbagai angkatan.

Kuliah umum ini menghadirkan dua praktisi profesional, yaitu Lander Rana Jaya, S.Ip., M.Si dan Ir. Agus Suhendra Wijaya, S.T., yang memberikan perspektif nyata dari dunia kerja di luar lingkungan pendidikan formal. Keduanya membagikan pengalaman, tantangan, serta peluang karier di bidang pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang erat kaitannya dengan peran konselor di luar institusi sekolah.

Dalam pemaparannya, Lander Rana Jaya menekankan pentingnya kepekaan sosial, kemampuan adaptasi, serta keterampilan komunikasi dalam menjalankan praktik konseling di luar sekolah. Ia juga menyoroti peran strategis lulusan BK dalam berbagai lembaga sosial, komunitas, dan instansi pemerintah.

Sementara itu, Ir. Agus Suhendra Wijaya memberikan gambaran bagaimana pendekatan bimbingan dan konseling dapat diterapkan secara lintas sektor, seperti dalam dunia industri, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, konselor masa depan perlu memiliki fleksibilitas peran dan keberanian untuk terlibat langsung dalam dinamika sosial yang kompleks.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa bahwa layanan bimbingan dan konseling tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki ruang kontribusi yang luas di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Mahasiswa sangat antusias mengikuti sesi ini, yang tidak hanya memperkaya teori tetapi juga menghubungkannya langsung dengan praktik lapangan dan tantangan riil dunia kerja. Sesi diskusi interaktif juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam peran strategis konselor di luar konteks pendidikan formal.

 

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa memiliki bekal wawasan praktis dan kesiapan mental yang lebih kuat untuk menjalani praktik lapangan serta menapaki dunia profesional sebagai konselor yang adaptif dan visioner.

Kuliah Umum Pengembangan Pribadi Konselor: “Being Fully Present – Membangun Hubungan Terapeutik dalam Relasi Konseling”

Kuliah Umum Pengembangan Pribadi Konselor: “Being Fully Present – Membangun HubunganTerapeutik dalam Relasi Konseling”

Bengkulu, 25 April 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Bengkulu menggelar kegiatan Kuliah Umum Pengembangan Pribadi Konselor dengan tema “Being Fully Present: Membangun Hubungan Terapeutik dalam Relasi Konseling”, yang dilaksanakan pada Jumat, 25 April 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 70 mahasiswa/i dan berlangsung dengan penuh antusiasme di lingkungan kampus FKIP.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber inspiratif, Dr. Thrisia Febrianti, M.Pd, seorang akademisi dan praktisi konseling yang dikenal luas atas keahliannya dalam pengembangan pribadi konselor dan relasi terapeutik. Dalam paparannya, Dr. Thrisia menekankan pentingnya kehadiran penuh (being fully present) seorang konselor dalam setiap proses konseling, sebagai dasar membangun kepercayaan, empati, dan kelekatan emosional yang sehat antara konselor dan konseli.

“Kehadiran penuh bukan hanya soal fisik, tetapi tentang kesadaran emosional dan mental untuk benar-benar hadir dan terhubung dengan klien. Inilah yang menjadi fondasi hubungan terapeutik yang kuat,” ujar Dr. Thrisia dalam sesi pemaparannya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi kepribadian mahasiswa sebagai calon konselor, khususnya dalam aspek kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan keterampilan membangun relasi yang mendalam dengan konseli. Melalui sesi interaktif, mahasiswa diajak merefleksikan pengalaman pribadi serta mengikuti simulasi singkat yang menggambarkan dinamika hubungan terapeutik dalam praktik konseling.

Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam mendukung penguatan core skills konselor, terutama pada aspek personal yang menjadi pilar utama efektivitas layanan konseling.

Dengan berakhirnya kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran yang lebih tinggi mengenai pentingnya kehadiran autentik dan empatik dalam proses konseling, serta mampu membangun hubungan terapeutik yang mendalam, tulus, dan bermakna dalam praktik profesional mereka di masa depan.

PELATIHAN MANAJEMEN ORGANISASI (PMO) HIMABIKO 2025

Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) HIMABIKO 2025: Optimalisasi Karakter Mahasiswa BK yang Berjiwa Kepemimpinan danBerintegritas

Bengkulu, 23 Februari 2025 — Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling (HIMABIKO) FKIP Universitas Bengkulu sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) HIMABIKO 2025 yang mengusung tema “Optimalisasi Karakter Mahasiswa BK yang Berjiwa Kepemimpinan dan Berintegritas.”

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Sabtu dan Minggu, 22–23 Februari 2025, bertempat di Aula Dekanat Lama FKIP UNIB Lantai III, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai setiap harinya.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa Bimbingan dan Konseling dengan wawasan, keterampilan, dan sikap kepemimpinan yang berkarakter dan berintegritas tinggi. Sebagai calon konselor dan agen perubahan, mahasiswa BK dituntut tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga tangguh dalam kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.

Berbagai sesi pelatihan diberikan, mulai dari materi kepemimpinan, manajemen organisasi, etika berorganisasi, komunikasi efektif, hingga dinamika kelompok. Kegiatan ini juga diselingi dengan diskusi, simulasi, dan refleksi nilai-nilai integritas serta tanggung jawab sosial sebagai mahasiswa BK.

Ketua HIMABIKO dalam sambutannya menyampaikan bahwa PMO adalah program unggulan tahunan yang menjadi ajang pembentukan karakter dan penguatan soft skills bagi anggota organisasi serta mahasiswa umum yang ingin berkontribusi aktif di lingkungan kampus.

“Melalui PMO ini, kami berharap lahirnya mahasiswa BK yang bukan hanya aktif secara organisasi, tetapi juga mampu menunjukkan integritas, komitmen, dan kepedulian sebagai calon konselor yang siap memimpin perubahan,” ujar Ketua Panitia.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama dua hari pelaksanaan, baik dalam sesi materi maupun dalam kegiatan kelompok. PMO HIMABIKO 2025 menjadi ruang yang mempertemukan semangat kepemimpinan, solidaritas, serta komitmen terhadap nilai-nilai profesionalisme konselor.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HIMABIKO FKIP UNIB berharap mahasiswa Bimbingan dan Konseling semakin siap menjadi pribadi yang aktif, bertanggung jawab, dan mampu berperan strategis di tengah dinamika organisasi maupun masyarakat luas.

Sosialisasi Visi dan Misi Keilmuan Program Studi

Sosialisasi Visi dan Misi Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Bengkulu

Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FKIP Universitas Bengkulu menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Visi dan Misi Program Studi pada Selasa–Rabu, 3–4 Desember 2024 bertempat di Aula Dekanat Lama FKIP bersamaan dengan kegiatan temu alumni, kegiatan ini yang mengusung tema “Merajut Kasih dan Membangun Memori” ini dihadiri oleh alumni, dosen, mahasiswa aktif, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, dengan tujuan memperkuat pemahaman seluruh sivitas akademika terhadap arah pengembangan Prodi BK ke depan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk menyamakan persepsi tentang peran dan kontribusi Prodi BK dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga prodi.

Acara berlangsung hangat dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi, refleksi bersama alumni, serta pembagian kenangan sebagai simbol persaudaraan dan komitmen membangun Prodi BK yang unggul dan berkarakter.

Kolaborasi Dunia Akademik dan Profesional: Prodi BK FKIP UNIB Gelar Praktisi Mengajar

Bengkulu, Pada Hari Kamis, 5 Desember 2024 — Dalam rangka mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 4, Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu menggelar kegiatan “Praktisi Mengajar” dengan menghadirkan dua praktisi profesional dari dunia kerja.

Kegiatan ini berlangsung pada 4 dan 5 Desember 2024, masing-masing untuk mata kuliah Komunikasi Antar Pribadi dan Psikologi Bimbingan dan Konseling. Praktisi yang terlibat adalah Soba Nabila Aynayyah, S.Pd., Branch Manager Ruangguru Provinsi Bengkulu, dan Vera Febriana, S.Psi., Psikolog, yang aktif dalam bidang konseling dan rehabilitasi.

Dalam mata kuliah Komunikasi Antar Pribadi, mahasiswa memperoleh wawasan praktis seputar public speaking serta keterampilan komunikasi efektif yang penting dalam praktik konseling. Sedangkan pada mata kuliah Psikologi Bimbingan dan Konseling, mahasiswa dibekali pengetahuan dan pengalaman tentang layanan konseling, termasuk pendekatan langsung terhadap kasus rehabilitasi di BNNK Bengkulu.

Sebanyak 39 mahasiswa terlibat aktif dalam sesi perkuliahan interaktif yang menghubungkan teori akademik dengan tantangan praktis di lapangan. Kegiatan ini dinilai berhasil memperkaya proses pembelajaran dan memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja nyata di bidang pendidikan dan layanan konseling.

Koordinator Prodi BK, Dr. Rita Sinthia, S.Psi., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademis, tetapi juga mempererat hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan profesional. Ia berharap program semacam ini terus dilanjutkan dan dikembangkan dengan lebih banyak praktisi dari berbagai sektor relevan.